Berubahnya Berat BB Sabu Saat Digagalkan di Perbatasan Kalbar Terkendala Alat Timbang

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Lima orang tersangka tindakan penyeludupan narkoba, dengan dua WNA, tiga WNI nan berasal dari Kabupaten bengkayang dan Ngabang di Markas Korem 121/Abw pada Senin (3/6/2024). SUARA KALBAR.CO.ID/Iqbal Meizar.

Pontianak (Suara Kalbar) – Satgas Pamtas RI-Malaysia nan menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu sebanyak 20 balut di perbatasan Malaysia-Indonesia tepatnya di Kecamatan Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang dengan pelaku 5 orang dan berat bruto nan sebelumnya 25, 4 kg namun setelah ditimbang ulang secara jeli maka beratnya menjadi 21, 2 kg.

Perubahan berat bruto peralatan bukti narkotika jenis sabu ini diakui Danrem 121/Abw lantaran terkendala perangkat di perbatasan.

“Namun saat hendak dilakukan pengiriman kepada Korem 121/Abw, dilakukanlah penimbangan ulang menggunakan timbangan digital unik narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Daerah untuk memastikan berat, dengan total bungkusan nan sama ialah 20 balut mendapatkan hasil 21, 2 kilogram,” ujar Danrem 121/Abw Brigjen TNI Luqman Arief saat konvensi pers nan dilakukan di Markas Korem 121/Abw pada Senin (3/6/2024).

Dirinya meminta untuk masyarakat memahami kesalahan nan dilakukan oleh anggotanya lantaran keterbatasan perangkat nan ada di perbatasan sehingga saat melakukan penimbangan tidak bisa akurat.

“Sebelumnya perlu kita ketahui bahwa Satgas Pamtas ini jaraknya cukup jauh dari kota serta dengan segala keterbatasan nan ada disana, sebelumnya memang personil disana menyampaikan total berat dari keseluruhan narkoba nan mereka gagalkan adalah 25, 4 kilogram,” katanya.

Namun setelah dilakukan penimbangan ulang menggunakan timbangan digital menjadi 21,2 kilogram.
Brigjen TNI Luqman Arief juga mengatakan dirinya selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi

Satgas Pamtas RI-Malaysia sangt mengapresiasi hasil dari pengagalan ini, lantaran perihal ini tentunya bisa menyelamatkan banyak dari generasi penerus kita nantinya.

“Patut kita apresiasi atas pengagalan penyelelundupan ini, dan tentunya ini bukan pertama kali Satgas Pamtas berkedudukan krusial dalam menjaga kedaulatan dan perang terhadap narkoba,” ujarnya.

Dirinya tidak bakal pernah redup dalam memerangi narkoba demi menyelamatkan bangsa. ” Kita perangi libas jangan sampai berhenti, lantaran kita tau terjadinya penyelundupan ini mau merusak generasi generasi selanjutnya dengan narkoba, oleh karena itu mari bersama-sama kita perangi tanpa henti, war on drugs,” pungkasnya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Selengkapnya
Sumber Suara Kalbar
Suara Kalbar