Tersangka PETI Asal Tiongkok Diserahkan ke Kejari Ketapang

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Tersangka YH (kaos merah) saat berada di dalam ruang tahanan Kejari Ketapang, Selasa (9/7/2024). (Agustiandi/Suarakalbar.co.id)

Ketapang (Suara Kalbar) – Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) ESDM dan Bareskrim Polri menyerahkan YH tersangka kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang, pada Selasa (9/7/2024).

Direktur Teknik dan Lingkungan, Kepala PPNS Ditjen Minerba, Sunindyo Suryoherdadi mengatakan, YH adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok nan melakukan aktivitas PETI di wilayah Kabupaten Ketapang. Tersangka ditangkap pada Mei 2024 lalu.

“Berkas sudah dinyatakan komplit P21, hari ini kami datang ke Kejari Ketapang menyerahkan berkas, peralatan bukti dan juga tersangka YH,” katanya saat konvensi pers di Kejari Ketapang.

Sunindyo menyampaikan, sejauh ini pihaknya baru menetapkan satu orang tersangka. Namun demikian, dia menyebut ada keterlibatan beberapa pihak. Satu diantaranya adalah penduduk negara asing.

“Saat itu di letak nyaris 100 orang dan ada beberapa orang nan sudah pulang ke Cina. Mereka bekerja menggunakan visa kunjungan, tapi secara keseluruhan penanggungjawab dari aktivitas terlarangan itu adalah tersangka itu sendiri,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan, aktivitas PETI tersebut ditengarai berjalan sejak Februari hingga Mei 2024. Pihaknya telah menyerahkan info ke mahir untuk diestimasi guna mengetahui jumlah kerugian persediaan emas nan ada di letak tersebut.

“Lokasinya itu di dalam (terowongan) tanah, gerbang masuknya dari PT SRM, melewati koridor nan ada, terus nambang di luar wilayah SRM,” ucapnya.

Sementara itu, Kajari Ketapang Anthoni Nainggolan mengatakan, pihaknya sebagai penuntut umum bakal segara melimpahkan kasus ini ke pengadilan untuk dapat segera disidangkan agar mendapat kepastian hukum.

“Ini juga menjadi pembelajaran bagi kita bahwa penegakkan norma di sektor tambang ini bakal terus dilakukan,” ucapnya.

Anthoni menambahkan, ini merupakan corak kolaboratif antar abdi negara penegakan norma terhadap tindak pidana penambangan emas tanpa izin.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Selengkapnya
Sumber Suara Kalbar
Suara Kalbar